بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Saya mulai Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang
الۡكَلَامُ
هُوَ اللَّفۡظُ الۡمُرَكَّبُ الۡمُفِيدُ بِالۡوَضۡعِ.
Kalam menurut istilah para ahli nahwu adalah lafazh yang tersusun yang memberi faidah dengan sengaja berbahasa arab.
وَأَقۡسَامُهُ
ثَلَاثَةٌ: اسۡمٌ وَفِعۡلٌ وَحَرۡفٌ جَاءَ لِمَعۡنًى.
Pembagian (juz/organ penyusun) nya kalam itu da tiga: kalimah isim, kalimah
fi’il, dan kalimah huruf yang mendatangkan pada suatu makna.
فَالۡإِسۡمُ
يُعۡرَفُ بِالۡخَفۡضِ وَالتَّنۡوِينِ وَدُخُولِ الۡأَلِفِ وَاللَّامِ وَحُرُوفِ
الۡخَفۡضِ وَهِيَ: مِنۡ وَإِلَى وَعَنۡ وَعَلَى وَفِي وَرُبَّ وَالۡبَاءُ وَالۡكَافُ
وَاللَّامُ وَحُرُوفُ الۡقَسَمِ وَهِيَ: الۡوَاوُ وَالۡبَاءُ وَالتَّاءُ.
Kalimah isim dapat diketahui dengan i’rob khafdh, dengan
adanya tanwin, dengan masuknya alif-lam, dengan adanya huruf khafdh diawal,
yaitu
مِنۡ -
إِلَى - عَنۡ - عَلَى - فِي - رُبَّ - الۡبَاءُ - الۡكَافُ - اللَّامُ
Dan huruf qosam (bermakna demi) yaitu huruf “wawu” berma’na
sumpah atau demi, huruf “ba” berma’na sumpah atau demi, dan huruf “ta” berma’na
sumpah atau demi.
وَالۡفِعۡلُ
يُعۡرَفُ بِقَدۡ وَالسِّينِ وَسَوۡفَ وَتَاءِ التَّأۡنِيثِ السَّاكِنَةِ.
Kalimah Fi’il dikenali dengan huruf قَدۡ (sungguh/sering/banyak/terkadang) huruf sin (nanti), huruf سَوۡفَ (nanti), dan huruf ta` ta`nits yang disukun.
وَالۡحَرۡفُ
مَا لَا يَصۡلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ الۡإِسۡمِ وَلَا دَلِيلُ الۡفِعۡلِ.
Kalimah
Huruf adalah kalimah yang tidak terdapat padanya tanda isim dan tanda fi’il.
